Sekolah Aman dari Radikalisme, Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Gelar IRET

Berita Sekolah menyampaikan informasi tentang Sekolah Aman dari Radikalisme, Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Gelar IRET, semoga informasi ini bermanfaat


Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Sekolah Aman dari Radikalisme, Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Gelar IRET Sebagai berikut:

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya bersinergi dengan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta bahaya kekerasan dan sadisme di SMP Negeri 9 Palangka Raya, Rabu (21/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang paling steril dari pengaruh destruktif. Menurutnya, kolaborasi dengan aparat penegak hukum sangat krusial untuk mendeteksi dini ancaman yang tidak terlihat kasat mata.

“Seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah hingga peserta didik, harus aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sekolah harus menjadi ruang yang penuh kasih, damai, dan terbebas dari pengaruh radikalisme maupun perilaku sadistis,” tegas Jayani di hadapan para kepala sekolah.

Fakta mengejutkan diungkapkan oleh Ketua Tim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono. Ia membeberkan bahwa penyebaran konten negatif kini menyusup melalui sarana hiburan anak muda, seperti media sosial dan game online.

Ganjar memberikan peringatan keras dengan mengacu pada tragedi nyata yang terjadi pada 7 November 2025 lalu, yakni kasus ledakan bom rakitan di SMA Negeri 72 Jakarta yang dilakukan oleh seorang siswa.

“Pelaku terdorong karena merasa kesepian dan menjadi korban bullying (perundungan). Ia mencari pelarian di komunitas media sosial global yang mengagungkan kekerasan,” ungkap Ganjar.

Dirinya menekankan bahwa pencegahan paham kekerasan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif dunia pendidikan. Ganjar mengingatkan bahwa anak-anak adalah sasaran rentan yang harus dilindungi dari ideologi berbahaya.

“Anak-anak bukanlah sasaran ideologi, melainkan pemilik harapan dan masa depan bangsa. Masa depan mereka terlalu berharga untuk dirusak oleh paham radikalisme dan kekerasan,” tutup Ganjar.

Melalui kegiatan ini dirinya juga mengharapkan para kepala sekolah dapat memperketat pengawasan dan membangun komunikasi yang lebih hangat dengan para siswa, guna memastikan tidak ada anak yang terjerumus ke dalam komunitas yang salah.

Demikian kami sampaikan informasi Sekolah Aman dari Radikalisme, Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Gelar IRET semoga bermanfaat.

Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com