Mayoritas Sekolah di Daerah Bencana Siap Dibuka, Capai 85 Persen

Berita Sekolah menyampaikan informasi tentang Mayoritas Sekolah di Daerah Bencana Siap Dibuka, Capai 85 Persen, semoga informasi ini bermanfaat


Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Mayoritas Sekolah di Daerah Bencana Siap Dibuka, Capai 85 Persen Sebagai berikut:

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyatakan sekitar 85 persen sekolah di tiga provinsi yang terdampak bencana alam siap melaksanakan kegiatan pembelajaran pada awal Januari 2026.

“Ketiga provinsi tersebut, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sebelumnya mengalami kerusakan sarana pendidikan akibat musibah banjir,” ujar Abdul Mu’ti usai meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan kesiapan sekolah di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Sementara di Provinsi Aceh, proses pemulihan masih terus dilakukan, terutama pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak lumpur cukup tebal.

“Di Aceh memang masih perlu dilakukan pembersihan lanjutan. Ada juga sekolah yang sudah tidak mungkin lagi dipergunakan, sehingga akan kami bangun kembali. Sebagiannya di lokasi yang sama dan sebagian harus direlokasi karena faktor keamanan,” ujarnya.

Selama proses pemulihan berlangsung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan sejumlah alternatif agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.

Siswa yang belum dapat menggunakan gedung sekolah akan diarahkan belajar di fasilitas publik, seperti Puskesmas dan tempat ibadah. Selain itu, pemerintah juga membangun 54 tenda darurat yang bersifat sementara sebagai ruang belajar.

Abdul Mu’ti mengungkapkan berdasarkan data sementara terdapat sekitar 4.000 lebih satuan pendidikan yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Jumlah tersebut masih terus diperbarui karena beberapa wilayah belum sepenuhnya dapat dijangkau akibat kerusakan yang cukup parah.

“Kami terus memutakhirkan data. Insya Allah sebagian besar sekolah bisa mulai pembelajaran pada 5 Januari, sementara sebagian lainnya akan memulai pada 12 Januari 2026, tergantung kebijakan pemerintah daerah masing-masing,” ujarnya.

Terkait proses pembelajaran di daerah terdampak, Kemendikdasmen juga menyiapkan skenario kurikulum darurat yang bersifat fleksibel dan adaptif. Kurikulum tersebut disusun dengan beberapa opsi durasi, mulai dari tiga bulan, satu tahun, hingga tiga tahun, sesuai dengan kondisi daerah.

“Yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar. Mereka tidak harus menggunakan seragam atau sepatu lengkap, karena sebagian masih dalam proses pemulihan. Prinsipnya adalah memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi,” ujarnya.

Demikian kami sampaikan informasi Mayoritas Sekolah di Daerah Bencana Siap Dibuka, Capai 85 Persen semoga bermanfaat.

Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com