
Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang 13 SMA Jadi Sekolah Digital Percontohan, Langkah Pemprov Jatim Majukan Pendidikan Sebagai berikut:
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur menunjuk 13 Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi pilot project atau percontohan Sekolah Digital sebagai upaya menjawab tantangan era digital dan meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi.
“Kami tengah menyiapkan 13 sekolah untuk penerapan Sekolah Digital. Program ini sebagai bentuk dalam menjawab tantangan era digital yang juga berdampak besar bagi sektor pendidikan,” kata Kepala Disdik Jatim Aries Agung Paewai di Surabaya, Kamis.
Ke-13 SMA tersebut yakni SMAN 2 Surabaya, SMAN 10 Malang, SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, SMAN 1 Geger Kabupaten Madiun, SMAN 1 Glagah Banyuwangi, SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri, dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi.
Selanjutnya SMAN Taruna Nala Malang, SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro, SMAN 2 Madiun, SMAN 1 Tanggul Jember, SMAN 2 Mojokerto, dan terakhir SMAN Taruna Madani Pasuruan.
Aries menjelaskan implementasi Sekolah Digital tidak hanya sebatas tambahan sarana, melainkan harus menjadi program wajib di sekolah. Ia meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk memastikan program ini menjadi budaya sekolah.
“Konsep Sekolah Digital nanti kehidupan anak-anak bukan menggunakan digital semua, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi. Contoh untuk merekapitulasi absensi anak-anak dihitung secara digital dengan menggunakan kamera,” ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Sekolah Digital akan memberi manfaat besar, termasuk memberikan warna baru dalam kegiatan belajar mengajar sehingga meningkatkan gairah belajar siswa.
Implementasi lainnya adalah penggunaan tulisan tangan. Hasil tulisan siswa akan dipindai dan diunggah untuk bahan diskusi sebagai bentuk sinergi literasi dan digitalisasi.
Aries menambahkan pemerintah mendukung dengan menyediakan Learning Management System (LMS) berbasis aplikasi Moodle yang akan digunakan untuk pengajaran, manajemen sekolah, hingga penilaian hasil belajar siswa.
Sebelumnya para guru yang ditunjuk mengikuti pelatihan untuk mengisi konten LMS, membuat soal, hingga memanfaatkan sistem penilaian digital.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jatim Suhartatik menambahkan implementasi Sekolah Digital terdiri atas empat tahap. Pertama, digitalisasi proses pembelajaran melalui sistem hibrida dengan LMS.
Kedua, digitalisasi sistem penilaian menggunakan e-learning. Ketiga, pelayanan berbasis digital untuk kehadiran, perpustakaan, buku tamu, administrasi, dan kontrol kegiatan belajar mengajar.
“Terakhir, kolaborasi dan komunikasi digital. Tahapan ini akan digunakan untuk membangun komunikasi yang efektif antar guru, orang tua, murid, dan tenaga kependidikan melalui media digital,” kata Suhartatik.
Demikian kami sampaikan informasi 13 SMA Jadi Sekolah Digital Percontohan, Langkah Pemprov Jatim Majukan Pendidikan semoga bermanfaat.
Anda Ingin Melakukan Polling, Silahkan di PollingKita.com