counter statistics
Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Berita Umum

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Atasi Kemiskinan di NTT

Administrator | | 5 mnt baca
Wamendiktisaintek Dorong Kampus Atasi Kemiskinan di NTT
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

KUPANG, BeritaSekolah.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah, termasuk upaya menekan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Fauzan, perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penyelesaian masalah sosial melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan ketika dirinya memberikan arahan di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV, Kupang, NTT, pada Rabu (28/10/2026).

Angka Kemiskinan NTT Jadi Perhatian dalam Pembangunan Daerah

Persoalan kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian berbagai pihak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, persentase penduduk miskin di wilayah tersebut tercatat mencapai 17,52 persen pada Maret 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan strategi pembangunan yang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi dinilai dapat berkontribusi melalui penelitian yang sesuai dengan kebutuhan daerah, pengembangan teknologi tepat guna, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang mampu meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan demikian, keberadaan kampus diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan perubahan positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi di sekitarnya.

Fauzan Minta Perguruan Tinggi Hadirkan Solusi Nyata

Dalam arahannya, Fauzan memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah yang telah dilakukan LLDikti Wilayah XV untuk meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah perlu terus diperluas agar berbagai program akademik dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan.

Salah satu langkah yang didorong adalah menyelaraskan kegiatan perguruan tinggi dengan prioritas pembangunan daerah.

Penyelarasan tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan program studi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta menerapkan hasil penelitian untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu mengambil peran lebih besar dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Ini terus akan kita dorong bagaimana perguruan tinggi di beberapa instansi, di beberapa daerah, harus bisa memberikan kontribusi. Dan inilah yang saya inginkan. Perguruan tinggi harus menjadi pusat problem solver persoalan sosial di daerah,” tegas Fauzan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak seharusnya terbatas pada aktivitas pembelajaran dan pencapaian akademik.

Lebih dari itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan program yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Perguruan Tinggi Didorong Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Fauzan juga menyoroti perlunya perubahan cara pandang terhadap fungsi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional maupun daerah.

Menurutnya, kampus tidak boleh diposisikan sebagai lembaga pendidikan yang berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebaliknya, perguruan tinggi perlu menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor industri.

Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi dapat berperan dalam merancang program pembangunan berdasarkan hasil kajian ilmiah dan kebutuhan masyarakat.

“Paradigma baru yang dimulai, ini sebenarnya adalah membawa perguruan tinggi menjadi salah satu arsitek pembangunan masyarakat sehingga posisinya sejajar antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri,” ujar Fauzan.

Perubahan paradigma ini diharapkan dapat memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Selain menghasilkan lulusan berkualitas, perguruan tinggi juga diharapkan mampu menyediakan rekomendasi kebijakan, teknologi, serta inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi untuk Mendukung Kesejahteraan

Untuk mewujudkan kontribusi yang lebih besar, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi perlu diarahkan pada kebutuhan pembangunan masyarakat.

Tridarma yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat dijalankan secara terintegrasi.

Dalam bidang penelitian, misalnya, perguruan tinggi dapat membangun kerja sama riset melalui konsorsium untuk menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Sementara itu, kegiatan pengabdian masyarakat dapat diarahkan pada pendampingan kelompok masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

Sinergi dengan pemerintah dan dunia industri juga menjadi bagian penting untuk memastikan hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik.

Hasil riset dan inovasi diharapkan dapat diterapkan secara langsung sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pendekatan ini juga dapat mendukung program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produktivitas, penguatan usaha masyarakat, dan pemanfaatan potensi daerah secara lebih optimal.

LLDikti Wilayah XV Siap Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi

Menanggapi arahan tersebut, Kepala LLDikti Wilayah XV, Adrianus Amheka, menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat NTT.

Komitmen itu akan diwujudkan melalui peningkatan koordinasi serta pelaksanaan berbagai program kolaboratif bersama perguruan tinggi yang berada di wilayah kerjanya.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan pembangunan daerah.

Dengan koordinasi yang lebih baik, program perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan kegiatan pemberdayaan yang memiliki tujuan jelas, hasil terukur, dan manfaat berkelanjutan.

Diktisaintek Berdampak Dukung Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat.

Program pendidikan, penelitian, dan inovasi diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.

Kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan hasil penelitian.

Bagi Nusa Tenggara Timur, penguatan kontribusi perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan daerah, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta mendukung upaya penurunan angka kemiskinan.

Dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan penyelesaian masalah sosial, pemerintah berharap ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah membangun sumber daya manusia yang unggul, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Komentar (0)