Surabaya Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun, Perkuat Pendidikan PAUD
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
SURABAYA, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin intensif memperkenalkan program Wajib Belajar 13 Tahun Surabaya kepada masyarakat. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter anak sejak usia dini.
Melalui program tersebut, anak-anak diharapkan memperoleh pengalaman pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa program wajib belajar yang sebelumnya berlangsung selama 12 tahun kini diperluas menjadi 13 tahun. Penambahan satu tahun tersebut diperuntukkan bagi anak berusia 5 hingga 6 tahun melalui pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, pendidikan prasekolah memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak menghadapi lingkungan pendidikan formal.
Pendidikan PAUD Jadi Fondasi Pembentukan Karakter Anak
Rini menjelaskan bahwa pembelajaran pada jenjang PAUD tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pendidikan pada tahap ini lebih mengutamakan pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan mental anak.
Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, termasuk bermain bersama, berkomunikasi, dan belajar berbagi dengan teman sebaya.
Dalam keterangannya pada Kamis (29/10/2026), Rini menekankan bahwa pengalaman pendidikan sebelum memasuki SD diperlukan agar anak lebih siap menghadapi suasana belajar yang baru.
Pendekatan bermain sambil belajar juga dinilai dapat membantu anak beradaptasi secara bertahap sehingga proses peralihan menuju pendidikan dasar tidak menimbulkan tekanan berlebihan.
Ia turut mengingatkan masyarakat bahwa PAUD bukan sekadar tempat bermain. Masa pendidikan anak usia dini merupakan periode penting yang sering disebut sebagai golden age atau masa emas perkembangan anak.
Pada tahap tersebut, berbagai kemampuan dasar anak mulai berkembang sehingga membutuhkan pendampingan dan stimulasi yang sesuai.
Pemkot Surabaya Terapkan Pendidikan PAUD Holistik Integratif
Dalam mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun Surabaya, pemerintah daerah telah mengembangkan pendekatan pendidikan PAUD Holistik Integratif.
Konsep ini menggabungkan berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari pendidikan, pembentukan karakter, hingga keterlibatan keluarga dalam pengasuhan.
Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melibatkan peran aktif orang tua dalam mendukung perkembangan anak di rumah.
Metode pembelajaran yang diterapkan pun dirancang lebih interaktif melalui permainan, musik, serta lagu edukatif yang mengandung pesan moral.
Rini menegaskan bahwa anak usia PAUD tidak harus dibebani tuntutan untuk langsung menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung.
Sebaliknya, pengenalan huruf dan angka dapat dilakukan secara perlahan melalui aktivitas yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Melalui metode tersebut, anak diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang positif sekaligus meningkatkan kemampuan sosial dan emosionalnya.
Pemerintah Data Anak Usia 5–6 Tahun yang Belum Mengikuti PAUD
Untuk memperluas jangkauan program, Pemkot Surabaya melibatkan perangkat pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Pendataan difokuskan pada anak-anak berusia 5 sampai 6 tahun yang belum memperoleh layanan pendidikan prasekolah.
Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui berbagai hambatan yang menyebabkan anak belum mengikuti pendidikan PAUD.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan ekonomi keluarga, kebutuhan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas, serta kesulitan transportasi.
Kendala transportasi juga ditemukan pada anak-anak yang sehari-hari berada dalam pengasuhan nenek atau anggota keluarga lainnya.
Melalui pendataan tersebut, pemerintah berupaya menyiapkan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.
Beasiswa PAUD Disiapkan untuk Membantu Keluarga
Selain memperluas akses pendidikan, Pemkot Surabaya turut memberikan perhatian terhadap kemampuan ekonomi masyarakat.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyediakan fasilitas beasiswa PAUD melalui program Kampung Pancasila.
Program tersebut menjadi sarana untuk membantu keluarga yang menghadapi kendala pembiayaan pendidikan anak usia dini.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP Surabaya, pemerintah mengupayakan dukungan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Melalui berbagai bentuk bantuan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak anak dapat memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pemerataan akses pendidikan agar anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan belajar yang lebih baik.
Program Kamis Mlipis Kenalkan Budaya Jawa Sejak Dini
Tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter, PAUD di Surabaya juga menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal.
Salah satu program yang diterapkan adalah Kamis Mlipis, yaitu kegiatan pengenalan bahasa dan budaya Jawa kepada anak-anak.
Melalui program ini, siswa PAUD diajak menggunakan bahasa Jawa serta mengenakan pakaian adat setiap hari Kamis.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi lokal sejak usia dini.
Di samping pengenalan bahasa Jawa, anak-anak juga mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris sederhana yang dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan PAUD di Surabaya diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi anak tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya daerah.
Kualitas Guru PAUD Juga Menjadi Perhatian Pemerintah
Keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang mendampingi perkembangan anak.
Oleh karena itu, Pemkot Surabaya turut menjalankan berbagai program peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD.
Salah satunya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik dengan latar belakang ijazah yang belum sesuai atau belum linier.
Selain itu, guru PAUD mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi secara dini kebutuhan khusus pada anak.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan yang lebih inklusif.
Dari sisi kesejahteraan, pemerintah juga memberikan perhatian melalui insentif Jasa Pelayanan (Jaspel) serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Bunda PAUD.
Berbagai dukungan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga pendidik menjalankan tugas secara optimal.
Sebanyak 19 Perangkat Daerah Dilibatkan dalam Pendidikan PAUD
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa pengembangan PAUD di Surabaya melibatkan kerja sama lintas sektor.
Sebanyak 19 Perangkat Daerah (PD) berpartisipasi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi anak-anak.
Menurut Febrina, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas.
Anak-anak juga perlu diperkenalkan dengan berbagai aktivitas dan lingkungan yang dapat memperluas wawasan mereka.
Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah kunjungan siswa PAUD ke markas pemadam kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengenalan mengenai profesi petugas pemadam kebakaran serta tugas yang dijalankan dalam membantu masyarakat.
Selain itu, pemerintah menyediakan sarana pembelajaran lapangan berupa laboratorium pertanian dan kolam ikan.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan lingkungan, tumbuhan, dan kehidupan hewan kepada anak-anak melalui pengalaman langsung.
Febrina menilai kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan PAUD yang menyeluruh.
Dengan dukungan berbagai sektor, anak-anak diharapkan mendapatkan bekal pengetahuan dasar, keterampilan sosial, dan karakter positif sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Wajib Belajar 13 Tahun Diharapkan Tingkatkan Kesiapan Anak Masuk SD
Penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun Surabaya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui tambahan satu tahun pendidikan prasekolah, anak-anak diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik, baik secara emosional, sosial, maupun mental.
Pemerintah juga terus berupaya mengatasi hambatan pendidikan melalui pendataan, bantuan pembiayaan, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan metode pembelajaran yang menarik.
Dengan keterlibatan keluarga, tenaga pendidik, dan berbagai perangkat daerah, program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan generasi muda di Kota Surabaya.