Sekolah Palangka Raya Kembali PTM, Program MBG Disiapkan Bertahap
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PALANGKA RAYA, BeritaSekolah.com – Aktivitas belajar mengajar secara langsung di sejumlah sekolah Kota Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah mulai kembali berlangsung setelah sebelumnya terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seiring dengan dimulainya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pihak sekolah mulai mempersiapkan kelanjutan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa.
Program Makan Bergizi Gratis di Palangka Raya sebelumnya mengalami penghentian sementara di sejumlah sekolah ketika kegiatan pendidikan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan peserta didik akibat memburuknya kualitas udara.
Memasuki akhir Oktober 2026, pelaksanaan PTM terbatas mulai diberlakukan kembali. Kondisi ini mendorong sekolah untuk meningkatkan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan makanan bagi peserta didik.
Persiapan pengaktifan kembali program MBG tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Dialog Kalteng Menyapa yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Palangka Raya pada Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan Belajar di SD Negeri 1 Bukit Tunggal Kembali Normal
Kepala SD Negeri 1 Bukit Tunggal Palangka Raya, Hardani, menjelaskan bahwa proses pembelajaran di sekolahnya kini telah kembali berjalan seperti biasa mengikuti petunjuk dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
Meski kegiatan belajar sudah kembali normal, pendistribusian makanan bergizi kepada siswa belum sepenuhnya dilakukan secara serentak. Pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan operasional dapur penyedia.
Hardani menyampaikan bahwa pihak sekolah terus menjalin komunikasi dengan pengelola program MBG agar seluruh peserta didik dapat kembali menerima manfaat program tersebut.
Selain mempersiapkan distribusi makanan, para tenaga pendidik juga diminta memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang belum tersampaikan secara maksimal selama penerapan pembelajaran jarak jauh.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa dapat mengejar ketertinggalan pembelajaran sekaligus kembali menyesuaikan diri dengan kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan MBG Tingkat SMA Menunggu Arahan Pemerintah Provinsi
Berbeda dengan jenjang sekolah dasar, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan penyaluran MBG pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) masih memerlukan penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara.
Sekolah juga menunggu petunjuk resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, mengingat pengelolaan pendidikan tingkat SMA merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Kepala SMA Swasta Garuda Palangka Raya, Yusran, menyampaikan bahwa pihak sekolah terus melakukan koordinasi dengan penyedia makanan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program.
Menurutnya, evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi ketentuan kelayakan, kebersihan, dan kualitas.
Pihak sekolah juga menjalankan pelaporan evaluasi secara rutin melalui aplikasi Pena Berkah sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Kualitas dan Kandungan Gizi Makanan Jadi Perhatian Sekolah
Selain memastikan kelancaran distribusi, sekolah memberikan perhatian khusus terhadap mutu makanan yang akan disalurkan kepada peserta didik.
Pengawasan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti kebersihan makanan, kelayakan konsumsi, cita rasa, serta kandungan nutrisi dalam setiap menu yang disediakan.
Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan program MBG tidak hanya berfokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa.
Kerja sama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, pengelola dapur SPPG, dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program.
Dengan kembali berlangsungnya pembelajaran tatap muka, penyaluran Makan Bergizi Gratis di Palangka Raya diharapkan dapat segera berjalan lebih luas dan merata.
Melalui persiapan yang dilakukan secara bertahap serta pengawasan berkelanjutan, program tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus mendukung kesehatan peserta didik di Kalimantan Tengah.(*)