Selanjutnya, sambung Heri, mobilitas dengan cara meningkatkan keaktifan para dosen di berbagai kegiatan internasional. Para dosen tidak hanya jago di kandang dan hanya berkutik di dalam kampus.
“Mereka (dosen) harus eksis di nasional, harus juga aktif dalam berbagai kegiatan akademik internasional dan itu akan menjadi suatu rekognisi, rekognisi internasional. Nah itu diperlukan untuk meningkatkan perankingan tadi,” terang Heri.
Heri akan meningkatkan institusi kampus UI, seperti dengan memiliki program internasional, double degree. Program tersebut salah satu cara strategi untuk meningkatkan kualitas institusi dalam negeri.
“Jadi misal kita memiliki partners ya, rankingnya 14 dunia misalnya atau 18 dunia. Kita di sini ranking 206. Ijazah dengan double negeri, kurikulum kita disamakan, 2 tahun di kita, 2 tahun di luar negeri dapat ijazah dari kita, dapat ijazah dari partner. Artinya apa? Ijazah universitas kita diakui setara dengan ijazah universitas partner yang rankingnya jauh di atas kita. Nah untuk bisa menuju ke sana, tentunya tadi, kita juga harus memperbaiki kualitas di dalam,” ungkap Heri.
Heri menilai dengan langkah tersebut selama dua tahun proses pengajaran di UI dapat diakui dan transfer kredit ke partner yang ada di luar negeri dengan rangking yang lebih baik tadi. Hal tersebut akan menaikkan kualitas pendidikan tinggi dalam UI.
“Kemudian terkait dengan penelitiannya ya. Kita juga sudah saatnya ya, sudah ada inisiatif-inisiatif untuk membuka keran misal program post doctoral. Nah post doctoral ini sangat penting untuk mereka yang sudah lulus untuk bisa menjaga prestasi kinerja penelitiannya sebelum menjadi faculty members tetap di universitas melalui program post doctoral,” ujar Heri.
Demikian kami sampaikan informasi Rektor Baru UI Berkomitmen Tingkatkan Reputasi di Pendidikan Internasional semoga bermanfaat.