Percepat Pemerataan PAUD, 14.000 Desa di Indonesia Belum Miliki TK
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
Jakarta, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengupayakan pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.
Percepatan pemerataan PAUD di Indonesia menjadi perhatian serius setelah pemerintah mencatat masih ada sekitar 14.000 desa yang belum mempunyai fasilitas Taman Kanak-Kanak (TK). Kondisi ini menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan prasekolah belum sepenuhnya merata, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sarana pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemendikdasmen berupaya memperluas jangkauan layanan PAUD, memperbaiki bangunan sekolah, memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak, serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah menargetkan desa-desa yang belum memiliki TK dapat memperoleh akses layanan PAUD pada akhir periode program.
Ketimpangan Akses PAUD Masih Menjadi Tantangan Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan anak usia dini masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara satu wilayah dan wilayah lainnya.
Di sejumlah daerah seperti Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat, fasilitas TK telah tersedia secara luas. Bahkan, beberapa desa memiliki lebih dari satu lembaga pendidikan prasekolah. Namun, situasi berbeda masih ditemukan di ribuan desa lainnya yang belum mempunyai TK.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan PAUD Angkatan ke-90 yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.
Menurutnya, pemerataan fasilitas PAUD perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak di berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Pemerintah juga menempatkan perluasan akses pendidikan prasekolah sebagai bagian penting dalam membangun fondasi kemampuan belajar, perkembangan sosial, dan kesiapan anak menghadapi pendidikan formal.
Kemendikdasmen Perkuat Pengawasan Dana Revitalisasi PAUD
Selain memperluas layanan pendidikan, Kemendikdasmen memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan anggaran revitalisasi sekolah.
Bantuan pemerintah yang dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas TK harus digunakan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut bertujuan memastikan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Abdul Mu'ti menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam penggunaan dana bantuan. Setiap satuan pendidikan penerima program diharapkan mampu mempertanggungjawabkan seluruh anggaran yang diterima.
Pemerintah tetap memberikan ruang penyesuaian dalam pelaksanaan revitalisasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Akan tetapi, fleksibilitas tersebut harus disertai kepatuhan terhadap prosedur administrasi dan aturan pengelolaan keuangan.
Apabila terdapat hambatan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, termasuk bencana alam atau kondisi darurat lainnya, pihak sekolah diminta segera menyampaikan laporan secara terbuka.
Dengan pengawasan yang baik, program revitalisasi diharapkan mampu menghasilkan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak usia dini.
Sebanyak 17.267 Sekolah PAUD Telah Menandatangani Kerja Sama
Program Revitalisasi Satuan PAUD pada 2026 memiliki cakupan yang cukup besar. Pemerintah menetapkan sasaran sebanyak 19.940 satuan pendidikan untuk mendapatkan dukungan perbaikan fasilitas.
Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan PNFI, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa jumlah tersebut terbagi menjadi 3.865 sekolah melalui jalur reguler dan 16.075 sekolah melalui skema Alokasi Biaya Tambahan (ABT).
Dari keseluruhan target tersebut, sebanyak 17.267 sekolah PAUD telah menyelesaikan proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dengan nilai anggaran yang dilaporkan mencapai Rp10,9 triliun.
Capaian ini menunjukkan langkah pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan anak usia dini melalui dukungan pendanaan dan kerja sama dengan satuan pendidikan.
Program revitalisasi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang selama ini dikelola oleh masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 95 persen satuan PAUD di Indonesia berada di bawah pengelolaan masyarakat atau pihak swasta. Sementara itu, lembaga PAUD berstatus negeri hanya mencakup sekitar 5 persen.
Besarnya kontribusi masyarakat menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan anak usia dini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola sekolah, tenaga pendidik, dan lingkungan sekitar.
Pemerintah Siapkan Bantuan Rp450 Ribu bagi Murid TK
Upaya pemerataan PAUD di Indonesia tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah. Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan langsung bagi peserta didik melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Mulai 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp450.000 per tahun bagi murid TK yang menjadi sasaran program.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk sekitar 888.000 anak yang sedang mempersiapkan diri memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan keluarga sekaligus memperluas kesempatan anak untuk mengikuti layanan pendidikan prasekolah.
Dukungan finansial tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Sebanyak 12.500 Guru TK Mendapat Dukungan Peningkatan Kualifikasi
Peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dan kualifikasi akademik memadai.
Oleh karena itu, Kemendikdasmen menyediakan program peningkatan kualifikasi bagi guru TK yang belum menyelesaikan pendidikan Diploma IV (D4) atau Sarjana (S1).
Program tersebut dilaksanakan melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman dan pembelajaran sebelumnya mendapatkan pengakuan dalam proses pendidikan formal sesuai ketentuan.
Pemerintah memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester untuk mendukung guru yang mengikuti program peningkatan kualifikasi tersebut.
Pada 2026, program ini telah menjangkau sebanyak 12.500 guru TK.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik sekaligus memperkuat mutu pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Pembelajaran PAUD Harus Mengutamakan Kegiatan Bermain
Di tengah upaya memperbaiki fasilitas dan meningkatkan kompetensi guru, Mendikdasmen Abdul Mu'ti turut mengingatkan pentingnya mempertahankan karakter pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, proses pembelajaran PAUD seharusnya berlandaskan pendekatan play as learning atau belajar melalui aktivitas bermain.
Pendekatan tersebut menempatkan kegiatan bermain sebagai bagian utama dalam membantu anak mengenal lingkungan, mengembangkan kreativitas, membangun kemampuan bersosialisasi, dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa anak-anak TK tidak seharusnya dibebani tuntutan akademik yang terlalu kaku maupun aktivitas seremonial yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Salah satu kegiatan yang turut menjadi perhatian adalah tradisi wisuda menggunakan toga pada jenjang TK. Pemerintah mengingatkan agar kegiatan pendidikan lebih mengutamakan pengalaman belajar yang bermakna daripada sekadar pelaksanaan seremoni.
Lingkungan pembelajaran juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga anak dapat berkembang tanpa tekanan berlebihan.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan anak usia dini diharapkan tidak hanya mempersiapkan anak memasuki sekolah dasar, tetapi juga membantu membentuk rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
Pemerataan PAUD Menjadi Fondasi Penguatan Pendidikan Nasional
Berbagai kebijakan yang dijalankan Kemendikdasmen pada 2026 menunjukkan bahwa peningkatan kualitas PAUD membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Pembangunan fasilitas pendidikan, revitalisasi bangunan sekolah, pemberian bantuan kepada peserta didik, dan peningkatan kualifikasi guru menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.
Keberhasilan pemerataan PAUD di Indonesia nantinya tidak hanya dilihat dari jumlah desa yang telah memiliki layanan pendidikan prasekolah atau banyaknya sekolah yang berhasil diperbaiki. Lebih dari itu, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, inklusif, serta menyenangkan sebagai bekal menuju jenjang pendidikan berikutnya. (*)