counter statistics
Jumat, 30 Oktober 2026
Breaking News
Berita Umum

Pemko Padang Percepat Pengerukan Sungai untuk Cegah Banjir Akhir 2026

Administrator | | 4 mnt baca
Pemko Padang Percepat Pengerukan Sungai untuk Cegah Banjir Akhir 2026
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

PADANG, BeritaSekolah.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang meningkatkan langkah antisipasi terhadap ancaman banjir dengan mempercepat pengerukan sungai di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilaksanakan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V sebagai persiapan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026.

Program pengerukan sungai di Padang menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mengurangi potensi luapan air yang dapat menggenangi kawasan permukiman, terutama setelah beberapa wilayah kembali mengalami banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa pelaksanaan pengerukan telah dimulai lebih cepat dibandingkan rencana awal yang dijadwalkan pada November 2026.

Keputusan mempercepat pekerjaan tersebut diambil setelah banjir kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, menyusul bencana banjir bandang yang terjadi sebelumnya.

Pemko Padang dan BWS Sumatera V Bentuk Tim Gabungan

Untuk memastikan kegiatan berjalan secara terkoordinasi, Pemko Padang bersama BWS Sumatera V telah membentuk tim gabungan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Malvi menyampaikan pada Kamis (29/10/2026) bahwa koordinasi antara pemerintah kota dan BWS Sumatera V menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sungai yang berpotensi meluap.

Menurutnya, banjir yang terjadi secara berulang telah memperluas wilayah terdampak. Bahkan, sejumlah kawasan yang sebelumnya relatif aman dari genangan kini turut mengalami banjir.

Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya volume air sungai ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Padang. Kapasitas aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air menyebabkan luapan hingga mencapai permukiman masyarakat.

Oleh karena itu, pengerukan sedimen dinilai menjadi salah satu langkah yang perlu segera dilakukan untuk membantu meningkatkan kapasitas aliran sungai.

Pengerukan Diprioritaskan di Permukiman Padat dan Muara Sungai

Dalam pelaksanaan tahap awal, pemerintah memprioritaskan pengerukan pada kawasan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta wilayah muara sungai.

Penentuan lokasi tersebut mempertimbangkan potensi dampak banjir terhadap masyarakat, terutama permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.

Selain pengerukan, pemerintah juga melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Kedua kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara bersamaan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di Kota Padang.

Malvi menjelaskan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2028.

Dengan pelaksanaan yang berjenjang, pemerintah berharap penanganan kawasan sungai dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Antisipasi Curah Hujan Tinggi pada November dan Desember 2026

Menghadapi potensi peningkatan intensitas hujan pada dua bulan terakhir tahun 2026, Pemko Padang berupaya mempercepat pekerjaan pengerukan sedimen sungai.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya luapan air ketika curah hujan meningkat.

Pemerintah kota juga akan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk membantu koordinasi lapangan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi pengerukan.

Sosialisasi menjadi bagian penting agar warga memahami tujuan kegiatan serta potensi dampak sementara yang mungkin muncul selama pekerjaan berlangsung.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap proses pengerukan dapat terlaksana dengan baik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Pemko Padang Siapkan Koordinasi dengan BMKG

Selain melakukan penanganan fisik sungai, Pemko Padang berencana memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan.

Salah satu kemungkinan yang akan dibahas adalah penerapan rekayasa cuaca apabila diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan.

Malvi menyebutkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan berbagai langkah antisipasi, termasuk kemungkinan pengaturan hujan pada wilayah tertentu berdasarkan kondisi topografi.

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

Pemerintah Berupaya Mencegah Banjir Berulang di Kota Padang

Percepatan pengerukan sungai menjadi bagian dari upaya Pemko Padang dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Banjir yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menentukan langkah penanganan menjelang akhir tahun.

Melalui pengerukan sedimen, rehabilitasi kawasan sungai, serta koordinasi antarlembaga, pemerintah berupaya mengurangi risiko banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemko Padang berharap percepatan pekerjaan tersebut mampu membantu memperlancar aliran air sungai dan mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

Meskipun pengerukan sungai tidak sepenuhnya menghilangkan risiko banjir, langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dari upaya pengurangan dampak bencana.

Pemerintah juga akan terus melakukan penanganan secara bertahap melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan berlangsung hingga 2028.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemko Padang berharap kejadian banjir seperti yang terjadi pada 10 Oktober 2026 dapat diminimalkan, khususnya ketika wilayah Kota Padang memasuki periode curah hujan tinggi.

Komentar (0)