counter statistics
Selasa, 03 November 2026
Breaking News
Berita Pendidikan

Kesejahteraan Psikologis Guru Jadi Perhatian dalam Pendidikan

Administrator | | 4 mnt baca
Kesejahteraan Psikologis Guru Jadi Perhatian dalam Pendidikan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, relevan dengan perkembangan teknologi, serta mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.

Dalam rangkaian Bulan Guru Nasional 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat bagi para pendidik.

Menurutnya, peran guru tidak terbatas pada penyampaian materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan inspirasi, membangun karakter, serta menjadi contoh positif bagi murid dalam menghadapi berbagai tantangan.

Oleh karena itu, peningkatan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Kemendikdasmen Dorong Pelatihan Guru yang Berdampak Langsung

Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikdasmen menghadirkan sejumlah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan mengajar sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis tenaga pendidik.

Program tersebut mencakup pengembangan metode Pembelajaran Mendalam, digitalisasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga penguatan pola pikir bertumbuh.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa kegiatan pelatihan tidak boleh berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teori.

Pelatihan yang diselenggarakan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh guru maupun peserta didik.

Kemendikdasmen juga berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para pendidik untuk mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan pembelajaran yang terus berubah.

Guru SMP di Jakarta Manfaatkan Teknologi untuk Pembelajaran Interaktif

Salah satu pendidik yang merasakan manfaat program pengembangan kompetensi adalah Wahyu Setiawan, guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 216 Jakarta.

Setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran, Wahyu mulai mengembangkan metode mengajar yang lebih kreatif dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ia mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan platform Ruang Murid yang tersedia dalam ekosistem Rumah Pendidikan.

Penerapan metode tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus mendorong keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran.

Menurut Wahyu, murid menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi ketika materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, bermakna, dan melibatkan teknologi.

Pengalaman tersebut semakin memotivasinya untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran agar kegiatan belajar di kelas tidak monoton.

Kesejahteraan Psikologis Guru Jadi Perhatian dalam Pendidikan

Selain meningkatkan kemampuan mengajar, Kemendikdasmen memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para pendidik.

Hal ini dirasakan oleh Mustika Nurdiati, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMPIT Al-Khoiriyah Al-Husna, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Melalui Program Prioritas Kesejahteraan Psikologis Guru, Mustika memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis diri sendiri sekaligus memperhatikan kondisi emosional murid.

Salah satu pendekatan yang diterapkannya adalah reframing, yaitu mengubah cara memandang pengalaman negatif menjadi sudut pandang yang lebih membangun.

Dalam kegiatan pembelajaran, Mustika mengajak peserta didik untuk tidak langsung menganggap dirinya gagal ketika menghadapi kesulitan.

Ia menanamkan pemahaman bahwa ketidakmampuan dalam menguasai suatu materi bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan, melainkan masih membutuhkan waktu dan proses belajar.

Pendekatan tersebut membantu murid menjadi lebih percaya diri, berani mencoba, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan akademik.

Guru SLB di Indramayu Terapkan Pembelajaran Kreatif dan Digital

Dampak positif pelatihan kompetensi guru juga dirasakan oleh Yuanita Widyaningrum, pendidik di SLB Negeri Pahlawan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Yuanita mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).

Melalui kegiatan tersebut, ia mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pola pikir bertumbuh dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Pemahaman itu kemudian diterapkan melalui kegiatan pembelajaran bertajuk BERKARYA, yang dirancang untuk membantu murid kelas II SDLB mengembangkan kreativitas melalui pembuatan karya sederhana.

Yuanita juga memanfaatkan Papan Interaktif Digital untuk mendukung penyampaian materi dan meningkatkan keterlibatan murid.

Menurut pengalamannya, strategi pembelajaran yang belum memberikan hasil optimal tidak selalu menunjukkan keterbatasan kemampuan murid ataupun kegagalan seorang guru.

Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menemukan metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan BERKARYA dan pemanfaatan teknologi, Yuanita melihat murid semakin bersemangat mengikuti pembelajaran, memiliki keberanian untuk mencoba, serta menunjukkan perkembangan kemampuan secara bertahap.

Peningkatan Kompetensi Guru Diharapkan Memperkuat Mutu Pendidikan

Pengalaman ketiga pendidik tersebut memperlihatkan bahwa program peningkatan kompetensi guru dapat memberikan manfaat langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

Penggunaan teknologi digital memungkinkan proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Sementara itu, perhatian terhadap kesejahteraan psikologis membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih positif.

Penerapan pola pikir bertumbuh juga memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk terus memperbaiki kemampuan melalui pengalaman serta evaluasi pembelajaran.

Kemendikdasmen berkomitmen melanjutkan berbagai program pengembangan profesional agar semakin banyak guru memperoleh akses terhadap pelatihan yang relevan dan bermanfaat.

Melalui penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia semakin meningkat dan seluruh peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Momentum Bulan Guru Nasional 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.

Guru yang terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan metode pembelajaran diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh murid Indonesia.(*)

Komentar (0)