Kelas Belajar Kemendikdasmen Diuji Coba di 85 Sekolah
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
Jakarta, BeritaSekolah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan melalui platform digital bernama Kelas Belajar. Inovasi ini tengah menjalani tahap uji coba di 85 sekolah terpilih untuk membantu guru dan siswa menjalankan kegiatan pembelajaran secara lebih terorganisasi dan fleksibel.
Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen menyelenggarakan Pilot Implementasi Kelas Belajar (PIKB) guna mengetahui efektivitas penggunaan platform tersebut dalam kegiatan belajar mengajar.
Program ini sekaligus menjadi sarana untuk mengumpulkan pengalaman, tanggapan, serta masukan langsung dari guru dan siswa sebelum sistem dikembangkan lebih lanjut.
Kelas Belajar Kemendikdasmen Hadir sebagai Platform Pembelajaran Digital
Kelas Belajar Kemendikdasmen merupakan sistem manajemen pembelajaran atau Learning Management System (LMS) yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas pendidikan dalam satu layanan digital.
Melalui platform ini, guru dapat menyusun bahan ajar, mendistribusikan materi pembelajaran, memberikan tugas, hingga memantau perkembangan pekerjaan siswa secara lebih praktis.
Di sisi lain, siswa memperoleh kemudahan untuk mengakses materi, memahami petunjuk pembelajaran, serta menyerahkan tugas tanpa harus berpindah ke berbagai aplikasi.
Keberadaan Kelas Belajar juga memungkinkan siswa mempelajari kembali materi yang belum sepenuhnya dipahami, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung ketika berada di ruang kelas.
Guru di Kalimantan Utara Manfaatkan Kelas Belajar untuk Persiapan Pembelajaran
Salah satu sekolah yang mengikuti uji coba platform ini adalah SMAN 1 Bunyu, Kalimantan Utara.
Eri Afrizal, guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut, menggunakan Kelas Belajar untuk membagikan materi kepada siswa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Dengan metode tersebut, siswa memiliki kesempatan membaca dan memahami gambaran materi terlebih dahulu. Ketika pembelajaran berlangsung, guru dapat mengarahkan kegiatan pada pendalaman materi dan diskusi.
Eri menilai kehadiran platform digital ini membantu mengumpulkan berbagai sumber pembelajaran dalam satu tempat, sehingga materi yang diperlukan siswa menjadi lebih mudah dikelola dan ditemukan.
Pembelajaran Koding dan AI Lebih Interaktif di Surabaya
Pemanfaatan Kelas Belajar juga diterapkan di SMPN 39 Surabaya, Jawa Timur.
Alfu Laili, guru Informatika, menggunakan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial yang tersedia melalui fitur Sumber Belajar di Ruang Murid.
Materi tersebut kemudian ditampilkan melalui Papan Interaktif Digital (PID) untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik.
Melalui perangkat tersebut, siswa dapat berpartisipasi langsung dengan melengkapi bagian jawaban yang kosong, memindahkan pilihan jawaban, serta menjawab pertanyaan secara interaktif.
Menurut Alfu, tersedianya bahan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara langsung menjadi salah satu kemudahan yang ditawarkan Kelas Belajar.
Siswa di Yogyakarta Bisa Mengulang Materi untuk Persiapan Ujian
Manfaat lain dari Kelas Belajar Kemendikdasmen terlihat dalam kegiatan pembelajaran di SMKS Kesehatan Binatama, Yogyakarta.
Galang Eko Prasetyo, salah satu guru di sekolah tersebut, memanfaatkan platform ini untuk membagikan materi dan video pembelajaran sebagai bagian dari persiapan uji kompetensi keahlian.
Materi yang tersimpan secara digital memungkinkan siswa mempelajari kembali pembahasan tertentu sesuai kebutuhan masing-masing.
Agustina Tri Astuti, salah seorang siswa, mengungkapkan bahwa akses materi yang dapat dilakukan berulang kali sangat membantu ketika mempersiapkan ujian.
Dengan sistem tersebut, siswa tidak harus bergantung sepenuhnya pada penjelasan yang diberikan saat kegiatan belajar berlangsung.
Guru Lebih Mudah Mengelola Tugas dan Penilaian Siswa
Selain menyediakan materi pembelajaran, Kelas Belajar juga digunakan untuk membantu pengelolaan tugas dan penilaian.
Di SMKN 3 Denpasar, Bali, Megawati memanfaatkan platform ini untuk memantau tugas yang dikumpulkan siswa sekaligus mengatur hasil penilaian.
Sementara itu, Seto Handoko, guru Seni Budaya di SMAN 5 Surabaya, menggunakan Kelas Belajar untuk menyusun urutan materi dan tugas agar kegiatan pembelajaran berjalan lebih sistematis.
Platform ini juga mendukung aktivitas pembelajaran praktik. Siswa dapat memberikan tanda bahwa tugas praktik telah diselesaikan tanpa harus selalu mengunggah dokumen atau berkas digital.
Fitur tersebut memberikan alternatif pengelolaan tugas yang dapat disesuaikan dengan karakteristik kegiatan pembelajaran.
Kelas Belajar Juga Dimanfaatkan untuk Pendidikan Khusus
Penggunaan teknologi pembelajaran digital tidak hanya diterapkan pada sekolah umum, tetapi juga mulai diuji dalam lingkungan pendidikan khusus.
Nur'aini, guru SLB Negeri Sragen, memanfaatkan materi berbentuk teks dan gambar untuk membantu proses pembelajaran siswa dengan hambatan pendengaran.
Materi visual menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menyampaikan informasi pembelajaran.
Meski demikian, Nur'aini menekankan bahwa pendampingan guru tetap memiliki peran penting agar siswa dapat memahami petunjuk dan materi dengan baik.
Pengalaman ini menjadi salah satu gambaran mengenai kebutuhan penyesuaian penggunaan teknologi berdasarkan kondisi dan karakteristik peserta didik.
Masukan Guru dan Siswa Jadi Bahan Penyempurnaan Kelas Belajar
Meski telah memberikan sejumlah manfaat, Kelas Belajar Kemendikdasmen masih berada dalam tahap pengembangan.
Karena itu, pengalaman pengguna selama masa uji coba menjadi bagian penting dalam proses evaluasi platform.
Marco Alloicio Khadaffi, siswa SMAN 5 Surabaya, berharap akses menuju Kelas Belajar dapat dibuat semakin sederhana dan terhubung dengan perangkat yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain kemudahan akses, sejumlah masukan lainnya berkaitan dengan penambahan variasi materi pembelajaran, peningkatan fitur pengelolaan kelas, serta penyederhanaan proses pengunggahan tugas.
Berbagai tanggapan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyesuaikan fitur dengan kebutuhan nyata di sekolah.
Uji Coba di 85 Sekolah Menjadi Langkah Pengembangan Pembelajaran Digital
Pelaksanaan Pilot Implementasi Kelas Belajar di 85 sekolah terpilih menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam mengembangkan layanan pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui pengalaman guru dan siswa dari berbagai jenjang serta karakteristik sekolah, pengembang dapat mengidentifikasi fitur yang telah membantu kegiatan belajar sekaligus menemukan aspek yang masih memerlukan perbaikan.
Praktik pembelajaran yang dinilai efektif dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam proses pengembangan berikutnya, sementara kendala yang ditemukan menjadi dasar penyempurnaan sistem.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, Kelas Belajar diharapkan semakin mampu mendukung kebutuhan guru dalam mengelola pembelajaran dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengakses materi pendidikan secara lebih fleksibel.
Sumber informasi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi.(*)