Inovasi PORTENET STEM Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
Jawa Tengah, BeritaSekolah.com – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang dikembangkan guru SMK Telkom Purwokerto berhasil memberikan pengalaman praktik lebih merata bagi para siswa. Melalui media pembelajaran PORTENET STEM (Portable Network Teaching Kit), sebanyak 118 siswa kelas X Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) kini dapat mempelajari keterampilan jaringan komputer secara langsung dengan metode yang lebih interaktif.
Program inovatif tersebut merupakan hasil kreativitas Agus Prianto, seorang guru SMK Telkom Purwokerto yang berupaya menghadirkan pembelajaran praktik secara efektif tanpa harus bergantung pada fasilitas berbiaya tinggi.
Sebelumnya, kesempatan mendapatkan pengalaman praktik secara intensif lebih banyak dinikmati siswa yang mengikuti pembinaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Kondisi tersebut mendorong Agus menciptakan sarana pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan teknis secara setara.
PORTENET STEM Hadir sebagai Solusi Pembelajaran Praktik
Pengembangan PORTENET STEM dilatarbelakangi sejumlah tantangan dalam kegiatan belajar mengajar, terutama keterbatasan waktu, jumlah peserta didik yang cukup banyak, serta kebutuhan memindahkan berbagai peralatan praktik antarruang kelas.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Agus memanfaatkan sejumlah material bekas dari kegiatan praktik dan perlombaan yang masih dapat digunakan. Bahan seperti papan tripleks, kabel fiber optik, dan konektor kemudian dirancang menjadi perangkat pembelajaran portabel yang praktis dan mudah dipindahkan.
Keunggulan alat ini terletak pada desainnya yang sederhana, tetapi tetap mampu mendukung kegiatan praktik jaringan komputer. Guru tidak perlu menghabiskan banyak waktu menyiapkan peralatan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.
Selain mengembangkan perangkat fisik, Agus juga menyusun modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik, serta aktivitas berbasis proyek yang mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Siswa Belajar Jaringan Komputer melalui Pengalaman Langsung
Penerapan PORTENET STEM memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami teknologi jaringan melalui berbagai aktivitas praktik, mulai dari merangkai kabel fiber optik, melakukan pengukuran, mengamati hasil pekerjaan, hingga menyelesaikan kendala teknis secara berkelompok.
Salah satu siswa kelas X TJKT, Faza, menunjukkan antusiasmenya ketika berhasil menyalakan seluruh lampu LED dalam kegiatan praktik. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana keberhasilan sederhana dapat meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri peserta didik.
Melalui pendekatan STEM, siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, melakukan eksperimen, bekerja sama, serta mencari solusi terhadap permasalahan yang ditemukan.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Seluruh siswa memperoleh kesempatan berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
Metode tersebut juga mendukung pembelajaran yang bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Peserta didik dapat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata sekaligus mengembangkan ketelitian, konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi.
Kompetensi Siswa Meningkat Signifikan
Keberhasilan penerapan PORTENET STEM terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran yang menunjukkan peningkatan kompetensi peserta didik.
Berdasarkan asesmen awal, tingkat pencapaian kompetensi siswa berada pada angka 46 persen. Setelah inovasi pembelajaran diterapkan, hasil tersebut meningkat menjadi 87,98 persen.
Selain itu, sebanyak 117 dari total 118 siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar. Jumlah tersebut setara dengan 99,15 persen dari keseluruhan peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran.
Hasil evaluasi melalui angket terhadap 80 siswa juga memperlihatkan tingkat penerimaan dan kebermanfaatan pembelajaran sebesar 78,36 persen.
Sementara itu, penilaian yang dilakukan tiga guru observer menghasilkan rata-rata 83,33 persen dengan kategori sangat baik.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan praktik siswa, khususnya pada bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Kreativitas Guru Membuka Kesempatan Belajar yang Lebih Merata
Bagi Agus Prianto, keberhasilan PORTENET STEM tidak hanya diukur berdasarkan peningkatan hasil asesmen. Perubahan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar menjadi salah satu pencapaian penting dari inovasi tersebut.
Peserta didik yang sebelumnya lebih banyak menyaksikan demonstrasi kini memiliki kesempatan untuk mencoba, mengeksplorasi, dan menyelesaikan pekerjaan praktik secara mandiri maupun bersama kelompok.
Inovasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa keterbatasan sarana pendidikan tidak selalu menjadi penghalang dalam menciptakan pembelajaran berkualitas. Pemanfaatan material yang tersedia, didukung kreativitas dan perencanaan pembelajaran yang matang, dapat menghasilkan metode pengajaran yang efektif.
Melalui PORTENET STEM, SMK Telkom Purwokerto memberikan contoh penerapan pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pemerataan kesempatan belajar. Inovasi Agus Prianto menjadi pengingat bahwa pengalaman pendidikan yang berkualitas seharusnya dapat dirasakan seluruh siswa, bukan hanya mereka yang memiliki prestasi dalam kompetisi. (*)