Disdikbud Kaltim Manfaatkan Lahan Sekolah untuk Pangan
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
SAMARINDA, BeritaSekolah.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pemanfaatan lahan sekolah yang belum dikelola secara maksimal untuk mendukung penguatan ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan pertanian produktif dan peternakan sapi terpadu.
Kepala Disdikbud Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mengubah lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi aset produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan sekaligus masyarakat.
Selain berkontribusi terhadap penyediaan pangan, inisiatif ini juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta didik, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), melalui kegiatan pembelajaran berbasis praktik langsung.
SMK Negeri 2 Tanah Grogot Jadi Lokasi Percontohan
Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pengembangan program tersebut adalah SMK Negeri 2 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Sekolah ini memiliki potensi lahan perkebunan kelapa sawit produktif seluas sekitar 100 hektare yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan peternakan sapi terpadu.
Melalui konsep tersebut, kawasan perkebunan tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, tetapi juga dikembangkan sebagai tempat penggemukan dan pembiakan sapi.
Penggabungan aktivitas perkebunan dan peternakan diharapkan mampu meningkatkan nilai pemanfaatan lahan sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada siswa dalam memahami pengelolaan usaha peternakan.
Libatkan Perusahaan Tambang dan Universitas Mulawarman
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kaltim menerapkan pendekatan kerja sama lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, perusahaan swasta, serta perguruan tinggi.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan peternakan sapi terpadu tersebut antara lain perusahaan pertambangan setempat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, serta Fakultas Peternakan Universitas Mulawarman.
Keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan akademis agar pengelolaan peternakan dapat dilakukan secara terencana dan terukur.
Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi model pengelolaan aset produktif di lingkungan sekolah kejuruan.
Disdikbud Kaltim Dorong Kemandirian Finansial SMK
Selain memanfaatkan lahan sekolah, Disdikbud Kalimantan Timur juga berupaya memperkuat pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan melalui pengembangan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Penguatan status BLUD menjadi salah satu langkah untuk mendorong tata kelola sekolah yang lebih baik, terutama dalam pengelolaan fasilitas dan pemanfaatan aset yang memiliki potensi ekonomi.
Melalui pengelolaan yang lebih optimal, sekolah kejuruan diharapkan mampu meningkatkan kemandirian finansial tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan.
Pemanfaatan lahan produktif juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan dan pengembangan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Target 2028–2029, Lahan Hijau Sekolah Ditanami Tanaman Produktif
Disdikbud Kaltim turut menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengoptimalkan kawasan hijau di lingkungan sekolah.
Armin menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan seluruh lahan hijau sekolah dapat ditanami berbagai jenis tanaman produktif pada periode 2028 hingga 2029.
Beberapa tanaman yang direncanakan untuk dikembangkan antara lain kelapa genjah dan berbagai jenis pohon buah.
Penanaman tersebut akan disertai pemeliharaan secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Program penghijauan produktif ini diharapkan mampu mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketersediaan sumber pangan di Kalimantan Timur.
Melalui pengembangan pertanian, peternakan, dan optimalisasi aset sekolah, Disdikbud Kaltim berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan keterampilan generasi muda.