Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
YOGYAKARTA, BeritaSekolah.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mendorong para pelajar untuk mempererat kerja sama antarsekolah sebagai langkah membangun persatuan, meningkatkan prestasi, sekaligus mencegah munculnya konflik yang dapat berujung pada aksi kejahatan jalanan atau klitih.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, produktif, dan penuh kreativitas. Pelajar juga diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Wawan dalam kegiatan Forum OSIS se-Kota Yogyakarta (FORSA) bertajuk “Pelajar Yogyakarta: Bersatu, Beraksi, Berprestasi” yang diselenggarakan di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta, Senin (26/10/2026).
Kolaborasi Antarsekolah Dinilai Efektif Mengurangi Rivalitas Pelajar
Wawan menjelaskan bahwa pelajar di Kota Yogyakarta mempunyai potensi besar untuk berkembang menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui kegiatan positif yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyelenggarakan program bersama dengan membentuk kelompok yang beranggotakan pelajar dari sekolah berbeda.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya berorientasi pada kemenangan atau kebanggaan sekolah masing-masing, tetapi juga belajar membangun kerja sama untuk mencapai tujuan yang lebih luas.
Wawan menilai bahwa kegiatan kolaboratif dapat memperkuat rasa persaudaraan sekaligus mengurangi persaingan tidak sehat di lingkungan pelajar.
Persaingan antarsekolah yang sebelumnya berpotensi menimbulkan konflik diharapkan dapat dialihkan menjadi kompetisi yang menghasilkan prestasi, inovasi, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, semangat berkompetisi tetap dapat dipertahankan tanpa harus memunculkan permusuhan antarkelompok pelajar.
Upaya mencegah klitih di Yogyakarta juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen pendidikan, termasuk pengurus OSIS yang memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antarsiswa.
Pelajar Yogyakarta Diajak Menjaga Budaya dan Tradisi Daerah
Selain menekankan pentingnya persatuan, Wawan Harmawan turut mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan kekayaan budaya dan sejarah Yogyakarta.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pemahaman terhadap nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Pelajar diharapkan terus mengenal dan melestarikan berbagai tradisi lokal, seperti penggunaan bahasa daerah, permainan tradisional, hingga tata cara mengenakan pakaian adat Yogyakarta.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah kegiatan Setu Sinau di kawasan Malioboro yang dilaksanakan setiap Sabtu.
Program tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal kembali adat istiadat dan kebudayaan Yogyakarta secara langsung.
Wawan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Pelestarian budaya dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap warisan leluhur.
Expo Karya Pemuda Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menyediakan ruang pengembangan kreativitas bagi kalangan pemuda.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Expo Karya Pemuda 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan ini berlangsung mulai 23 hingga 28 Oktober 2026 dengan menghadirkan kesempatan bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya, mengembangkan kemampuan kewirausahaan, serta menunjukkan berbagai inovasi.
Agus menegaskan bahwa pemuda perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Melalui program kepemudaan yang tepat, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Selain mendorong kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kemandirian di kalangan pemuda Kota Yogyakarta.
Forum OSIS Diharapkan Memperkuat Persatuan Pelajar
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Hasyim, turut menyoroti pentingnya kerja sama antarsekolah dan antarpengurus OSIS dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan penyelesaian melalui komunikasi dan sinergi berbagai pihak.
Kerja sama antara pelajar, tenaga pendidik, sekolah, serta lembaga terkait menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Hasyim menilai bahwa pola pikir individualistis perlu digantikan dengan semangat kebersamaan agar berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara kolektif.
Melalui Forum OSIS se-Kota Yogyakarta, para pengurus organisasi siswa diharapkan dapat memperluas jaringan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan program positif yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antarpelajar sehingga potensi konflik dan rivalitas dapat diminimalkan.
Prestasi Pelajar Diharapkan Menggantikan Citra Negatif Klitih
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Eko Budi Lestari, mengajak seluruh pengurus OSIS untuk berperan aktif dalam membangun persatuan di kalangan pelajar, baik di Kota Yogyakarta maupun wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Eko mengingatkan bahwa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia.
Oleh sebab itu, citra positif tersebut harus terus dijaga melalui perilaku dan pencapaian generasi mudanya.
Ia berharap tindakan kekerasan jalanan atau klitih tidak menjadi hal yang melekat pada identitas pelajar Yogyakarta.
Sebaliknya, para siswa perlu menunjukkan bahwa generasi muda Yogyakarta memiliki kemampuan untuk menghasilkan prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, budaya, maupun kegiatan sosial.
Eko juga menekankan bahwa pengurus OSIS mempunyai tanggung jawab untuk memberikan contoh positif kepada siswa lainnya.
Melalui komunikasi yang baik, pengurus OSIS dapat menjadi penghubung antarsekolah sekaligus mendorong terciptanya kegiatan bersama yang bermanfaat.
Kolaborasi Pelajar Jadi Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Kegiatan FORSA diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan atau agenda seremonial semata.
Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya gerakan bersama yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Yogyakarta.
Melalui pertukaran gagasan, pengalaman, dan program kerja, para pengurus OSIS dapat membawa berbagai praktik positif untuk diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.
Kolaborasi yang berkelanjutan dinilai mampu menciptakan suasana sekolah yang lebih aman, harmonis, dan mendukung perkembangan potensi siswa.
Selain menjadi langkah pencegahan konflik antarpelajar, kerja sama lintas sekolah juga dapat memperkuat karakter kepemimpinan, toleransi, serta rasa tanggung jawab sosial.
Dengan dukungan pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, generasi muda Yogyakarta diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan positif.
Persatuan pelajar, peningkatan prestasi, dan pelestarian budaya menjadi tiga aspek penting dalam membangun generasi unggul yang siap berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.