3.030 Lulusan SMK dan LKP Dilepas Kerja ke Luar Negeri
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
SLEMAN, BeritaSekolah.com– Sebanyak 3.030 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mendapatkan kesempatan mengembangkan karier di berbagai negara. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi melepas ribuan lulusan tersebut dalam kegiatan yang diselenggarakan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10/2026).
Pelepasan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja internasional bagi lulusan pendidikan vokasi. Melalui program magang dan penempatan tenaga kerja di luar negeri, para peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman profesional di lingkungan kerja global.
Program tersebut juga menunjukkan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
3.030 Lulusan SMK dan LKP Siap Berkarier di Berbagai Negara
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa total peserta yang mengikuti program magang dan penempatan kerja internasional mencapai 3.030 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.530 lulusan dari 231 SMK serta 1.500 lulusan yang berasal dari 17 Lembaga Kursus dan Pelatihan di berbagai wilayah Indonesia.
Seluruh peserta telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan sesuai kompetensi masing-masing. Mereka juga berhasil melewati proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan bekerja atau mengikuti program magang di luar negeri.
Sejumlah negara menjadi tujuan penempatan para lulusan, di antaranya Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Turki, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi lulusan pendidikan vokasi untuk memperluas pengalaman, memahami budaya kerja internasional, serta meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.
Abdul Mu’ti Ingatkan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan motivasi kepada para lulusan yang akan memulai perjalanan karier di luar negeri.
Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis merupakan modal penting untuk memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan tersebut perlu didukung dengan karakter yang kuat, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam bekerja tidak hanya bergantung pada kompetensi yang dimiliki, tetapi juga pada sikap dan kemampuan menjaga kepercayaan.
Abdul Mu’ti turut mengingatkan para peserta agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja baru serta senantiasa menunjukkan perilaku positif selama berada di negara tujuan.
Para lulusan juga diharapkan dapat menjaga nama baik Indonesia melalui kinerja yang profesional dan kontribusi yang bermanfaat.
Selain memberikan dukungan moral, Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan yang lebih fleksibel, terjangkau, serta mudah dijangkau masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja global.
Pemerintah DIY Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi
Dukungan terhadap program penempatan kerja internasional juga disampaikan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gubernur DIY yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan pelepasan ribuan lulusan SMK dan LKP tersebut.
Noviar menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing.
Menurutnya, pendidikan kejuruan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyediaan tenaga kerja, tetapi juga perlu membekali peserta didik dengan kemampuan untuk menciptakan peluang usaha.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri perlu terus ditingkatkan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keterampilan yang diperoleh peserta didik dapat dimanfaatkan secara optimal di dunia kerja.
Selain membuka peluang pekerjaan, sinergi berbagai pihak juga diperlukan untuk memberikan pendampingan usaha serta perlindungan kepada pekerja yang menjalankan aktivitas profesional di luar negeri.
Noviar turut mengingatkan bahwa keterampilan dapat membuka kesempatan berkarier, sedangkan integritas dan profesionalisme menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri Buka Peluang Kerja Global
Dirjen Dikmen Diksus Tatang Muttaqin menyampaikan bahwa keberhasilan penempatan ribuan lulusan SMK dan LKP tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah, satuan pendidikan, dunia usaha, dunia industri, serta mitra penempatan memiliki peran dalam mempersiapkan peserta hingga memenuhi persyaratan kerja internasional.
Menurut Tatang, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar semakin banyak lulusan pendidikan vokasi memperoleh kesempatan mengembangkan karier di luar negeri.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan penuh tanggung jawab, bekerja secara profesional, dan terus meningkatkan keterampilan selama menjalani program.
Pengalaman yang diperoleh di negara tujuan diharapkan menjadi bekal berharga bagi pengembangan karier mereka pada masa mendatang.
Penyerahan Jaket Kerja Tandai Pelepasan Peserta
Kegiatan pelepasan 3.030 lulusan SMK dan LKP berlangsung secara luring dan daring.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY.
Sebagai simbol dimulainya perjalanan para lulusan menuju dunia kerja internasional, Abdul Mu’ti menyerahkan jaket kerja lapangan kepada delapan perwakilan peserta.
Prosesi tersebut menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk memasuki lingkungan kerja baru sekaligus membawa harapan agar mereka dapat meraih keberhasilan di negara tujuan masing-masing.
Perluasan Kesempatan Kerja Luar Negeri Jadi Prioritas Pendidikan Vokasi
Program penempatan lulusan SMK dan LKP di luar negeri merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Melalui program ini, lulusan pendidikan vokasi memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari secara langsung di lingkungan profesional.
Pemerintah juga mendorong peningkatan akses informasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum bekerja di luar negeri.
Tidak hanya berfokus pada kesempatan kerja, kegiatan pelepasan tersebut turut menghadirkan pameran kewirausahaan yang menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pameran ini memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi juga memiliki potensi dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan pengembangan usaha.
Dengan adanya program magang dan penempatan kerja internasional, pemerintah berharap lulusan SMK dan LKP semakin memiliki daya saing, baik sebagai tenaga profesional maupun sebagai calon wirausahawan.
Pelepasan 3.030 lulusan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi Indonesia agar semakin relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan tenaga kerja global.