counter statistics
Rabu, 04 November 2026
Breaking News
Internasional

271 Sekolah di Italia Terima Ancaman Bom, Polisi Bergerak

Administrator | | 3 mnt baca
271 Sekolah di Italia Terima Ancaman Bom, Polisi Bergerak
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

ITALIA, BeritaSekolah.com – Ratusan sekolah di Italia menerima pesan elektronik berisi ancaman bom yang memicu langkah pengamanan darurat. Sebanyak 271 lembaga pendidikan dilaporkan mendapatkan email serupa secara bersamaan, termasuk delapan sekolah yang berada di ibu kota Italia, Roma.

Berdasarkan laporan kantor berita Italia, Adnkronos, pada Senin, ancaman tersebut diduga merupakan informasi palsu. Meski demikian, pihak sekolah dan aparat keamanan tetap mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah.

Pengirim Email Mengaku Menyimpan Bahan Peledak di Sekolah

Dalam pesan yang dikirimkan, pelaku mengklaim telah menyembunyikan kantong plastik berisi bahan peledak di dalam bangunan sekolah. Bahan peledak tersebut disebut telah dilengkapi perangkat pemicu yang dapat diaktifkan dari jarak jauh.

Isi email yang bernada serius itu membuat sejumlah pengelola sekolah segera menjalankan prosedur keamanan sesuai dengan ketentuan penanganan situasi darurat.

Anna Fucile, kepala lembaga pendidikan terpadu Giovanni Cagliero dan Sekolah Dasar Gianni Rodari, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah evakuasi setelah mengetahui adanya ancaman tersebut.

Menurut Fucile, pesan yang diterima mengandung ancaman serius sehingga dirinya tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan anak-anak yang sedang berada di lingkungan sekolah.

Ia kemudian mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan rencana evakuasi sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya bahan peledak.

Ancaman Dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum

Selain menjalankan prosedur evakuasi, pihak sekolah juga segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum Italia.

Fucile menyampaikan bahwa laporan telah diteruskan kepada pihak berwenang, termasuk Kepolisian Pos dan Komunikasi, yaitu unit kepolisian di bawah Kementerian Dalam Negeri Italia yang bertugas menangani persoalan keamanan digital dan ancaman siber.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, email ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu atau dua sekolah.

Sebanyak 271 sekolah di berbagai wilayah Italia mendapatkan pesan dengan isi yang sama. Bahkan, pengirim mencantumkan daftar seluruh lembaga pendidikan yang menjadi sasaran dalam email tersebut.

Kesamaan isi pesan dan banyaknya sekolah yang menerima ancaman menjadi bagian penting dari informasi yang ditangani pihak berwenang.

Tim Penjinak Bom Periksa Delapan Sekolah di Roma

Menanggapi ancaman bom di sekolah-sekolah Italia, petugas keamanan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya di lingkungan pendidikan.

Tim penjinak bom bersama unit anjing pelacak yang memiliki kemampuan mendeteksi bahan peledak dikerahkan untuk menyisir sejumlah lokasi.

Menurut laporan Adnkronos, pemeriksaan terhadap delapan sekolah di Roma tidak menemukan barang atau benda mencurigakan yang mengindikasikan keberadaan bahan peledak.

Hasil pemeriksaan awal tersebut memberikan indikasi bahwa ancaman yang disebarkan melalui email kemungkinan tidak benar.

Walaupun demikian, aparat tetap melanjutkan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.

Ancaman Bom Diduga Hanya Alarm Palsu

Hingga laporan tersebut disampaikan, ancaman bom yang menyasar 271 sekolah di Italia diduga merupakan alarm palsu atau false alarm.

Dugaan itu muncul setelah petugas tidak menemukan benda mencurigakan dalam pemeriksaan di delapan sekolah yang berada di Roma.

Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan kondisi seluruh sekolah penerima ancaman, mengingat proses pemeriksaan masih berlangsung.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana ancaman yang disebarkan melalui sarana komunikasi digital dapat memicu respons keamanan dalam skala luas.

Pihak sekolah tetap mengutamakan keselamatan siswa dengan menjalankan prosedur darurat, sementara aparat berwenang melakukan pemeriksaan untuk memastikan situasi tetap aman.

Kasus ancaman bom melalui email terhadap ratusan sekolah di Italia tersebut masih memerlukan penanganan lebih lanjut guna memastikan kebenaran ancaman dan keamanan seluruh lembaga pendidikan yang menjadi sasaran.(*)

Komentar (0)