Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BANDUNG, BeritaSekolah.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 diikuti sekitar 1,6 juta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia. Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini bertujuan mengukur pencapaian akademik siswa sekaligus memberikan gambaran mengenai kualitas pembelajaran di berbagai satuan pendidikan.
Selain menjadi instrumen evaluasi pendidikan, TKA 2026 diharapkan dapat membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Salah satu sekolah yang mengikuti pelaksanaan tes tersebut adalah SMAN 8 Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 450 siswa kelas XII mengikuti TKA dengan persiapan akademik dan mental yang telah dilakukan sejak jauh hari.
Kemendikdasmen Jelaskan Manfaat TKA 2026 bagi Siswa SMA
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, melakukan pemantauan langsung terhadap penyelenggaraan TKA di SMAN 8 Bandung pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (27/10/2026).
Dalam kunjungannya, Tatang menyampaikan bahwa TKA memiliki fungsi penting sebagai alat validasi nilai rapor siswa. Hasil tes juga dapat menjadi salah satu komponen pendukung dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.
Melalui TKA, siswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademiknya. Informasi tersebut dapat dijadikan pertimbangan ketika menentukan pilihan program studi sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing.
Kemendikdasmen juga memanfaatkan penyelenggaraan TKA untuk memperoleh data capaian pembelajaran yang lebih terukur. Hasil evaluasi tersebut diharapkan mendukung pemetaan mutu pendidikan dan menjadi dasar peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
SMAN 8 Bandung Persiapkan 450 Siswa Menghadapi TKA
Pelaksanaan TKA 2026 di SMAN 8 Bandung mendapat perhatian positif dari Kemendikdasmen. Tatang Muttaqin memberikan apresiasi terhadap kesiapan pihak sekolah dalam mendukung para siswa menghadapi ujian.
Persiapan yang dilakukan mencakup penyediaan fasilitas pendukung, peningkatan kemampuan akademik, serta penguatan kondisi mental siswa agar lebih percaya diri saat mengerjakan soal.
Sekolah juga memberikan pendampingan secara intensif melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan latihan ujian atau try out.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu siswa memahami karakteristik soal sekaligus membiasakan diri menghadapi situasi ujian.
Tatang menilai kesiapan yang telah dilakukan sekolah memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri siswa. Ia berharap seluruh rangkaian pelaksanaan TKA dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Lebih dari 50 Persen Lulusan SMAN 8 Bandung Diterima di PTN
Kepala SMAN 8 Bandung, Yudin Wahyudin, menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan para siswa dalam mengikuti TKA tahun ini.
Menurut Yudin, sebagian besar siswa SMAN 8 Bandung memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama.
Pihak sekolah pun berupaya memberikan dukungan maksimal agar para siswa mampu meraih hasil akademik terbaik.
Yudin mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, lebih dari 50 persen lulusan SMAN 8 Bandung berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas persiapan siswa, termasuk melalui pelaksanaan TKA 2026.
Dengan pendampingan yang terarah, sekolah berharap semakin banyak siswa mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai dengan cita-cita mereka.
Siswa Optimistis Hasil TKA 2026 Dukung Peluang Masuk PTN
Antusiasme mengikuti TKA juga terlihat dari para siswa kelas XII SMAN 8 Bandung.
Salah satunya adalah Ida Bagus Rai Krisna Tantra, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tantra mengaku telah melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan kemampuan akademiknya, terutama pada mata pelajaran yang masih membutuhkan latihan tambahan.
Ia merasa cukup percaya diri menghadapi soal Bahasa Inggris, sementara untuk Matematika dirinya terus berusaha meningkatkan pemahaman agar memperoleh hasil yang memuaskan.
Bagi Tantra, TKA bukan sekadar tes akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan belajar selama menempuh pendidikan di SMA.
Meskipun TKA tidak menjadi persyaratan kelulusan sekolah, hasilnya tetap dianggap penting sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan prestasi.
TKA 2026 Jadi Bekal Menghadapi Seleksi SNBP
Harapan serupa disampaikan Aghniya Shafa Mazidah, siswa kelas XII SMAN 8 Bandung yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Aghniya mempersiapkan diri dengan memperbanyak latihan soal, baik secara mandiri maupun melalui pendampingan guru di sekolah.
Ia mengaku cukup optimistis terhadap kemampuannya dalam mengerjakan soal Matematika. Sementara itu, untuk meningkatkan kemampuan literasi, Aghniya memilih memperbanyak kegiatan belajar secara mandiri tanpa mengikuti bimbingan belajar tambahan di luar sekolah.
Semangat para siswa tersebut menunjukkan bahwa TKA dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan akademik sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.
Melalui penyelenggaraan TKA 2026, Kemendikdasmen berharap proses evaluasi kemampuan akademik siswa dapat berjalan lebih objektif dan terukur.
Hasil TKA diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi siswa dalam merencanakan pendidikan selanjutnya, tetapi juga membantu sekolah dan pemerintah melakukan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, pelaksanaan TKA menjadi salah satu langkah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional sekaligus membantu siswa mempersiapkan masa depan akademik yang lebih baik.